Sabtu, 23 Januari 2010

Sombong

DirumahMu aku menemukan diriMu
Dalam qolbuku ternyata
Ternyata Kau selalu ada, di rumahMu ini
Hanya aku saja …yang sibuk..
Dengan kesombonganku..
Dengan ke-sok-tahuanku…seperti biasanya..
Minta ini itu padaMu….

Kau ajari aku..tanpa kutahu..
Lewat penjual kurma..
Yang menunjukku dengan telunjuk ke wajah..kau bakhil !!

Tetaplah Disisiku

Ya Allah…
Dimanakah ku harus berlabuh…
Saat semua dermaga menutup pintu,
Dan berkata “ ini bukan untukmu…”
“Segara menjauh karna disini bukan tempatmu….!!!”

Ya Allah…
Katakan padaku, dermaga untukku berlabuh…???
Agar ku segera menghela nafas kehidupan yang baru.
Sampai kapan ku harus arungi waktu,..
Ku lelah Menunggu suatu yang tak pasti walau hanya Satu,..

Ya Allah …
Beri aku penerang jalan-Mu
Agar tak tersesat saat ku melaju,..
Kuatkan awak kapalku,
Saat badai menghalangi jalanku

Ya Allah …
Tetaplah disisiku,
Jangan Engkau menjauh dariku…
Karna ku mati tanpa hadir-Mu

Puisi Mengandung Makna yang Dalam

Puisi? halah…. karya kacangan….

Puisi? basi

Puisi? kurang intelek.

….. [ dan beberapa pernyataan yang mengungkapkan bahwa puisi tulisan yang kurang bermutu]

Kata siapa tidak bermutu?

Pernah membaca puisi karya Taufik Ismaik, Chairil Anwar, dan sastrawan lainnya? Pernahkah mengerti akan pesan yang disampaikan lewat puisinya?

Sadar atau tidak, ketika kita sedang sedih, “bete”, putus asa, riang, gembira, dalam kerinduan, atau sedang kasmaran, mungkin saja akan membuat puisi yang berupa curahan hati yang mengungkapkan pengalaman pribadi yang di dalamnya ada pesan yang disampaikan. Atau kita akan sedang pada sebuah lagu, lagu ada syair puisi yang dinyanyikan.

Dan tulisan saya pun yang sering dikomentari ketika berkategori puisi.

Mada dari itu saya mengartikan puisi adalah sebuah tiruan dari sebuah kenyataan, kejadian, atau peristiwa yang terjadi yang diungkapkan kembali dengan bumbu pengalaman penyair. Kehidupan yang digambarkan dalam puisi, tidak sama persis dengan kehidupan nyata. Penyair menuliskan puisi dari peristiwa atau kejadian itu, diungkapkan menggunakan pikiran dan perasaannya. Ungkapan pikiran dan perasaannya itu pun dihiasi dengan sikap penyair, latar belakang pendidikannya, budayanya, pandangan hidupnya, kedewasaan psikologisnya, dan sebagainya.

Nyatalah bahwa puisi bukan sekedar pengungkapan pikiran atau perasaan saja. Puisi adalah gabungan pikiran dan perasaan yang tidak saling terpisahkan. Di dalam puisi terdapat pikiran penyair sekaligus ungkapan perasaannya.

Berikut ini contoh puisi yang berkaitan dengan masalah air, banjir, dan kekeringan karya Taufik Ismail yang berjudul “Yang Kami Minta Hanyalah”:

Yang kami minta hanyalah sebuah bendungan saja
Penawar musim kemarau dan tangkal bahaya banjir
Tentu bapa sudah melihat gambarnya di koran kota
Tatkala semua orang bersedih sekadarnya

Dari kakilangit ke kakilangit air membusa
Dari tahun ke tahun ia datang melanda
Sejak dari tumit, ke paha lalu kepala
Menyeret semua

Bila air surut tinggallah angin menudungi kami
Di atas langit dan di bawah lumpur di kaki
Kelepak podang di pohon randu
Bila tanggul pecah tinggallah runtuhan lagi
Sawah retak berebahan tangkai padi

Nyanyian katak bertalu-talu
Yang kami minta hanyalah sebuah bendungn saja
Tidak tugu atau tempat bermain bola
Air mancur warna-warni

Kirimlah kapur dan semen. Insinyur ahli
Lupakan tersedianya sedekah berjuta-juta
Yang tak sampai pada kami
Bertahun-tahun kita merdeka, bapa
Yang kami minta hanyalah sebuah bendungan saja
Kabulkanlah kiranya.

Puisi di atas berkaitan erat dengan kejadian yang diliput oleh liptan6 SCTV berikut ini.

26/06/2008 12:35 Kekeringan
Warga Purwakarta Minum Air Kubangan

Liputan6.com, Purwakarta: Kesulitan air bersih bukan monopoli warga yang tinggal di daerah perbukitan tandus saja. Warga Batutumpang, Tegalwaru, Purwakarta, Jawa Barat, yang desanya diapit Waduk Cirata dan Jatiluhur juga mengalaminya. Akibatnya, sudah sebulan terakhir warga menggunakan air kubangan untuk berbagai keperluan sehari-hari.

Salah seorang warga bernama Een, mengaku memanfaatkan air kubangan untuk keperluan mencuci hingga memasak, kendati airnya keruh dan kotor. Bagi Een, kesehatan adalah nomor sekian, karena yang terpenting saat ini masih ada air yang bisa digunakan.

Ungkapan Een terkesan ironis dan bertolak belakang dengan kampanye kesehatan yang selalu didengungkan puskesmas setempat. Bahkan, dokter puskemas menyebutkan air kubangan yang digunakan Een jauh dari definisi sehat dan layak konsumsi.

Apa boleh buat, sumur sudah mengering, sedang kebutuhan air tidak mungkin ditunda. Sedangkan program pompanisasi air waduk yang diminta warga dua tahun lalu hingga kini tak pernah terwujud.

Tentang Sebuah Keindahan

menari dan tertawa dalam hamparan rumput yang hijau..

memejamkan mata..

biarkan raga ini bergerak sesuka hatinya..

angin senja yang menata legak legok tarian keindahan..

burung senja pula yang menyanyikan lagu tentang keindahan..

damai..

sungguh damai..

ketika aku menari bersama senja..

perlahan aku lelah dgn tarian keindahan..

aku rebahkan tubuhku..

tenggelam dalam kasur rumput yang hijau..

dan sejenak aku mengatur nafasku..

deguban jantungku yg seirama nyanyian keindahan..

aku merasa damai..

sedamai mentari pagi..

saat itulah aku ingin sebuah masa..

saat itulah aku ingin sebuah waktu..

tak ingin sendiri menari dalam sebuah keindahan..

tak ingin sendiri merasakan sebuah keindahan..

aku ingin seseorang tahu keindahan ini..

aku ingin seseorang pula menari bersamaku dalam keindahan..

namun kuyakinkan diriku..

keindahan hadir kala hati risau..

namun kunyatakan diriku..

menari sendiri dalam keindahan itu hanya secuil kebahagiaan..

kembali aku membuka mata..

aku melihat awan serupa malaikat..

aku hanya bisa tersenyum kala melihat itu..

aku hanya bisa menangis bahagia kala merasakan damai ini..

aku hanya bisa tertawa saat aku sadar akan kesendirian ini..

terhenyak aku melihat pasangan kupu-kupu pelangi melintasiku..

membawa lebih sekedar pertanyaan dalam benakku..

membuatku iri melihat mereka..

mengindahkan pula perasaan ini..

masih dalam rebahan tubuhku dalam hamparan rumput yang hijau..

dan aku semakin aku ingin lelap tertidur dalam keindahan ini…

perlahan aku merasakan tangan yang memelukku..

hangat dan membuat jantungku berdegub kencang..

tak sedikitpun aku membuka mata ini..

dia yang memelukku..

dia yang terbaring disisiku..

memanggil namaku..

“Cakrawala…”

samar tapi pasti aku tahu suara itu..

samar tapi pasti aku tahu harum itu..

samar tapi pasti segera aku membuka mata ini dan menatap mata indahnya..

“kau yang kusebut Keindahan… hadir dalam lelapku.. tiadakah kesalahan..”

“kau yang kusebut Cakrawala.. tak ada kesalahan aku ingin membuatmu tersenyum..”

dan kusadari….

I’m not alone..
dan aku tersenyum indah..

Puisi Dapat Menetralkan Gejolak Kehidupan

Puisi yang dituliskan sendiri oleh penyairnya, maupun karya penyair yang dibaca oleh seseorang, dapat menjadi media untuk menetralkan gejolak kehidupan.

"Puisi dapat membuat kita sadar sebagai manusia, di tengah-tengah permasalahan kehidupan yang kompleks dan penuh rutinitas," kata Syahriar Tato, seorang penyair asal Makassar,usai membacakan karya-karya puisinya di gedung bengkel seni Universitas Negeri Gorontalo (UNG), Senin.

Menurut pria kelahiran Pinrang, Sulawesi Selatan, pada 21 Februari 1954 silam itu, puisi untuk menetralisasi kehidupan, sangat memungkinkan, karena sifatnya yang kontemplatif atau sarat dengan perenungan.

"Puisi dapat membuat kita sadar sebagai manusia, di tengah-tengah permasalahan kehidupan yang kompleks dan penuh rutinitas," kata penyair yang pada kesempatan itu membacakan sejumlah karya puisinya yang terangkum dalam buku "Kota Kekasih".

Dalam diskusi di hadapan mahasiswa jurusan sendratari dan bahasa Indonesia itu, Syahriar mengatakan, selain memiliki kandungan kontemplatif, puisi juga dapat berfungsi sebagai media untuk menertawakan kehidupan.

"Segala sesuatu yang terdapat dalam kehidupan, sangat memungkinkan untuk dituangkan ke dalam bentuk puisi," ujar Penyair yang bertitel doktor di bidang tehnik itu.

Sosok Syahriar Tato sendiri, selain dikenal sebagai penyair, juga dikenal sebagai seorang birokrat di lingkungan pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, sekaligus akademisi di sejumlah Universitas terkemuka di Makassar.

Di tengah-tengah aktivitasnya sebagai dosen dan birokrat, Syahriar juga aktif menulis novel dan naskah sinetron.

Karya novelnya yang sudah diterbitkan, di antaranya berjudul "Bunga di atas Bara" dan "Antara Bumi dan Langit".(*)

Sebuah Nama Terindah Di Facebook

Indahnya langit pagi ini terasa hambar,
tak kutemukan lagi orkestra indah yang kubangga.
Bukan karena rasaku yang memudar,
tapi karena kusadari ada yang hilang dan itu berharga.
Aku tidak mengerti akan yang kurasa kini.
Seakan ada nada cinta yang terhenti.
Hanya ada kesunyian hari yang menemani.
Menyiksa segenap jiwa, mendera relung hati.
Kucoba kumpulkan kata-kata yang sempat bermakna,
berharap temukan kembali suatu irama.
Tapi semua asaku seakan sirna,
karena nada kita tak lagi sama.
Nama indahmu selalu kujadikan inspirasi.
Bayang wajahmu adalah peneman hari.
Namun kini kau datangkan karakter ilusi,
dan sejujurnya aku menangisinya dalam sanubari.
Aku tahu diri ini tak layak untuk protes,
seperti ketidakpantasan air matamu ‘tuk menetes.
Tapi izinkanlah coretan pena ini menyatakan isi kalbu,
agar kau mengerti bahwa kurindu dirimu yang dulu.
Andai waktu dapat kuulang kembali…
Tentu saja tak perlu kutuliskan semua ini…

Cinta

Cinta
Suatu kata yang sangat berarti
Suatu kata yang tidak bisa tergantikan
Rasa yang sangat sulit untuk dilupakan

Cinta
Dapat diberikan oleh siapapun
Tanpa dihitung besar atau kecilnya
Selalu tulus diberikan

Sepanjang waktu bergulir
Semakin dalam cinta itu tertanam
Semakin kuat cinta itu ada
Semakin lapang kita menerima cinta itu apa adanya

Rindu

aku mrindukanmu
ketika aku tahu kau tlah jauh berlalu
aku mencari bayanganmu
ketika malam tak lagi menampakkan wajahmu
aku memanggil namamu
diantara gelapnya hutan tak berlampu
kais,
dimanakah dirimu?
dimana kau sembunyikan wajahmu?
aku rindu....

Puisi Cinta

sepenggal catatan dalam ingatan
sorot itu meredup
ada kristal terpiaskan
tertunduk…dukanya tak terukur…

memahami sedih di hatinya
namun yang ada hanya kagum dalam sesaknya dada
benarkah dia milik ku, …tertunduk.
kristal itu lepas mengalir di pipinya
menangis tanpa nada
ku tatap paras sendunya
ia sangat berduka…

coba mengerti galaunya,
tak dapat kulakukan diantara iba dan ragu
benarkah dia milik ku,…tertunduk
benarkah dia milik ku…

Kegelisahan

Sungguh aku sangat gelisah dan tak bisa berfikir
berkali kali kututup muka ku untuk menenangkannya tapi tak bisa
sungguh sulit aku menyusun sesuatunya dengan baik
Seakan-akan aku hanya sebuah tubuh tapi tanpa nyawa
tak bisa ku kendalikan pikiran dan hati ini
Aku tak bisa mengatur hidup ini mejadi lebih berarti
Aku hanyalah orang yg tak berguna bagi diriku sendiri dan orang lain
berkali-kali aku berpikir tapi aku tak pernah jalankan
Terlalu rumit pikiran yang ada di kepalaku ini. Aku lelah……..
Setiap kali ingin kujalankan setiap kali itu juga gangguan ada di sekitarku
Aku hanya ingin sendiri, biarkan aku sendiri sejenak
Tapi sungguh tak bisa!..
tuntutan waktu tak membiarkan ku menyendiri

Di hati dan pikiran ini seperti sedang mencari sesuatu
tapi apa itu?.. aku sungguh tak tau…
sebenarnya apa yg ku cari?, pastinya sebuah ketenangan jiwa
Jika dengan diam aku bisa berpikir aku akan diam!!
Mungkin selama ini aku sudah kebanyakan bicara sesuatu yg tak berguna

Ya Allah ampunilah dosaku
Aku hanya Hambamu yg lemah yg bergelimang dengan dosa
Ya Allah tunjukan jalan yg terbaik untukku
mudahkanlah semua urusanku
Aku hanya orang yg lemah dan tak berdaya
Ya Allah mantapkanlah Jiwaku yang bimbang ini
berikanlah aku keyakinan yang kuat untuk menghadapi hari ini

Jumat, 22 Januari 2010

Aku, Langit dan Bumi .....


kutatap sang surya menjadi saksi hidupku...
kurindukan engkau disetiap masaku.,
datang dan pergi menghiasi perjalan hidup.,,
kumelangkah dengan tanya....
dimana, kemana,. diri ini engkau kan membawaku...
dalam langkahku tak ada daya..
dalam kehendakq tk ada kuasa..,
tapi aku tk mau hina dengan putus asa..,
tapi kupercaya kbijakan sang arus..,
kemanapun aku brada itulah yang pantas untukku.,.

Life Peace . . .

menatap bulan bintang menjadi saksi malam,,,
merindukan sang surya esok dalam damai,,
melangkah dgn pertanyaan melangkah membawa jawaban...
sang hidup tk pernah lelah ini ksetiaannya hembusannya,,,
untuk keindahaan sgalax,,

Life Jiwa . . . .


Wahai... jiwa jiwa ...
tataplah sang surya yang tak henti menantimu...
tataplah sang rembulan yang tak henti setia menunggumu...
dan coba engkau renungi jiwamu...
apakah jiwamu benar benar mengakui kesetiaannya...
apkah hidupmu benar benar menerima ksetiaannya....

SyaiR Indah . . . ,

Jangan memuji kecantikan pelangi
Tapi pujilah Allah
Yang menciptakan Langit & Bumi

Jangan percaya
Dengan kata-kata bijakku
Tapi percayalah Firman Allah yang Maha Benar

Jangan masukkan namaku di hatimu
Tapi masukkan nama Allah
Hingga hatimu tenang

Jangan sedih jika cintamu di dustakan
Tapi sedihlah jika engkau dustakan Allah
Jangan pula engkau minta cinta kepada penyair
Tapi mintalah kepada Allah
yg memiliki cinta yg kekal dan sejati

Ya Allah yang Maha Rahman & Rahim
Jangan jadikan hatiku batu yg mengeras
Hingga lupa akan rahmatMu

Tentang mabuk cinta Sang Sufi Mengutip Syair


Mabuk Cinta
Pabila pagi cerah dengan kejora citanya
itulah keserasian
Antara kemabukan dan kesukacitaan

Gelas minuman adalah susuan kita
Kalau tak kita rasa
Tak hidup kita

Aku heran orang bicara, “Aku telah ingat Allah”
Apakah aku alpa? Lalu kuingat yang kulupa?
Kuminum Cinta, gelas piala demi gelas
Tuntas habis, tak puas pula
dahaga.

Sadar dan Mabuk
Kesadaranmu dari KataKu
adalah sinambung
Dan mabukmu dari bagianKu
menyilakan teguk minuman
Tak bosan-bosan peminumnya
Tak bosan-bosan peneguknya
Menyerah pada sudut piala
yang memabukkan jiwanya.

Orang-orang mabuk kepayang memutari gelas piala
Sedang mabukku dari yang Maha Pemutar Piala
Ada dua kemabukan bagiku
dan hanya dua penyesal hanya satu
Yang diperuntukkan bagi mereka
hanya untukku.
Dua mabuk kepayang
Mabuk cinta
Mabuk abadi

Ketika siuman
Segalanya bugar kembali.

Fana' Dan Baqa'
Ada kaum yang tersesat di padang gersang
Ada pula yang tersesat di padang cintanya
Mereka sirna, kemudian sirna dalam kesirnaan, lalu sirna total
Lalu mereka kekal, dalam kekalnya kekal dari kekaraban dengan Tuhannya.
(Syair yang sering dikutip para sufi).

Haal
Kalau tidak menempati, pasti bukan Haal
Setiap yang menempati
Pasti hilang
Lihatlah bayangan sampai ujungnya
Berkurang ketika ia memanjang.
(Ungkapan salah seorang sufi)

Syair Jalaluddin Rumi

salah seorang sufi yang terkenal namanya sampai saat ini,syair syairnya sangat indah dan sampai pada tujuannya. Dia adalah, orang yang tidak mempunyai ketiadaan, Saya mencintainya dan Saya mengaguminya, Saya memilih jalannya dan Saya memalingkan muka ke jalannya. Setiap orang mempunyai kekasih, dialah kekasih saya, kekasih yang abadi.

Dia adalah orang yang Saya cintai, dia begitu indah, oh dia adalah yang paling sempurna. Orang-orang yang mencintainya adalah para pecinta yang tidak pernah sekarat. Dia adalah dia dan dia dan mereka adalah dia. Ini adalah sebuah rahasia, jika kalian mempunyai cinta, kalian akan memahaminya


Kearifan Cinta
CINTA yang dibangkitkan
oleh khayalan yang salah
dan tidak pada tempatnya
bisa saja menghantarkannya
pada keadaan ekstasi.
Namun kenikmatan itu,
jelas tidak seperti bercinta dengan kekasih sebenarnya
kekasih yang sedar akan hadirnya seseorang

Nafsu
Nafsumu itu ibu segala berhala
Berhala kebedaan ular sawa
Berhala keruhanian naga
Itu ibarat perumpamaannya
Mudah sekali memecah berhala
Kalau diketuk hancurlah ia
Walau batu walaupun bata
Walau ular walaupun naga
Tapi bukan mudah mengalahkan nafsu
Jika hendak tahu bentuk nafsu
Bacalah neraka dengan tujuh pintu
Dari nafsu keluar ma’siat setiap waktu.
mencintainya ini
sebagaimana kenikmatan lelaki
yang memeluk tugu batu
di dalam kegelapan sambil menangis dan meratap.
Meskipun dia merasa nikmat
kerana berfikir bahawa yang dipeluk adalah kekasihnya, tapi
jelas tidak senikmat
orang yang memeluk kekasih sebenarnya
kekasih yang hidup dan sedar.

Cinta
“Dia adalah, orang yang tidak mempunyai ketiadaan,
Saya mencintainya dan Saya mengaguminya, Saya memilih
jalannya dan Saya memalingkan muka ke jalannya. Setiap
orang mempunyai kekasih, dialah kekasih saya, kekasih
yang abadi. Dia adalah orang yang Saya cintai, dia
begitu indah, oh dia adalah yang paling sempurna.
Orang-orang yang mencintainya adalah para pecinta yang
tidak pernah sekarat. Dia adalah dia dan dia dan
mereka adalah dia. Ini adalah sebuah rahasia, jika
kalian mempunyai cinta, kalian akan memahaminya.

Kekasih
Tentang seseorang di pintu Sang Kekasih
dan mengetuk. Ada suara bertanya, “Siapa di sana?”
Dia menjawab, “Ini Aku.”
Sang suara berkata, “Tak ada ruang untuk Aku dan Kamu.”
Pintu tetap tertutup
Setelah setahun kesunyian dan kehilangan, dia kembali
dan mengetuk lagi. Suara dari dalam bertanya, “Siapa di sana?”
Dia berkata, “Inilah Engkau.”
Maka, sang pintu pun terbuka untuknya.

Mujahadah dan Makrifat
Makrifat itu pengenalan jiwa
Mengenal jiwa dan mengenal Tuhannya
Mengenal dengan sejelas jelasnya
Tidak kabur tapi jelas nyata
Mujahadah itu perjuangan dan usaha
Makrifat itu menuai hasilnya
Mujahadah itu dalam perjalanan
Makrifat itu matlamat tujuan
Makrifat itu pembuka rahsia
Makrifat itu sendiri rasa
Makrifat itu sagunya
Mujahadah itu memecah ruyungnya.

Saatnya Untuk Pulang
Malam larut, malam memulai hujan
inilah saatnya untuk kembali pulang.
Kita sudah cukup jauh mengembara
menjelajah rumah-rumah kosong.
Aku tahu: teramat menggoda untuk tinggal saja
dan bertemu orang-orang baru ini.
Aku tahu: bahkan lebih pantas
untuk menuntaskan malam di sini bersama mereka,
tapi aku hanya ingin kembali pulang.
Sudah kita lihat cukup destinasi indah
dengan isyarat dalam ucap mereka
Inilah Rumah Tuhan. Melihat
butir padi seperti perangai semut,
tanpa ingin memanennya. Biar tinggalkan saja
sapi menggembala sendiri dan kita pergi
ke sana: ke tempat semua orang sungguh menuju
ke sana: ke tempat kita leluasa melangkah telanjang.

Kau dan Aku
Bahagia saat kita duduk di pendapa, kau dan aku,
Dua sosok dua tubuh namun hanya satu jiwa, kau dan aku.
Harum semak dan nyanyi burung menebarkan kehidupan
Pada saat kita memasuki taman, kau dan aku.
Bintang-bintang yang beredar sengaja menatap kita lama-lama;
Bagai bulan kita bagikan cahaya terang bagi mereka.
Kau dan aku, yang tak terpisahkan lagi, menyatu dalam nikmat tertinggi,
Bebas dari cakap orang, kau dan aku.
Semua burung yang terbang di langit mengidap iri
Lantaran kita tertawa-tawa riang sekali, kau dan aku.
Sungguh ajaib, kau dan aku, yang duduk bersama di sudut rahasia,
Pada saat yang sama berada di Iraq dan Khorasan, kau dan aku.

Cinta
CINTA yang dibangkitkan
oleh khayalan yang salah
dan tidak pada tempatnya
bisa saja menghantarkannya
pada keadaan ekstasi.
Kau sudah banyak menderita
Tetapi kau masih terbalut tirai’
Karena kematian adalah pokok segala
Dan kau belum memenuhinya
Deritamu tak kan habis sebelum kau ‘Mati’
Kau tak kan meraih atap tanpa menyelesaikan anak tangga
Ketika dua dari seratus anak tangga hilang
Kau terlarang menginjak atap
Bila tali kehilangan satu elo dari seratus
Kau tak kan mampu memasukkan air sumur ke dalam timba
Hai Amir, kau tak kan dapat menghancurkan perahu
Sebelum kau letakan “mann” terakhir…
Perahu yang sudah hancur berpuing-puing
Akan menjadi matahari di Lazuardi
Karena kau belum ‘Mati’,
Maka deritamu berkepanjangan
Hai Lilin dari Tiraz, padamkan dirimu di waktu fajar
Ketahuilah mentari dunia akan tersembunyi
Sebelum gemintang bersembunyi
Arahkan tombakmu pada dirimu
Lalu ‘Hancurkan’lah dirimu
Karena mata jasadmu seperti kapas di telingamu…
Wahai mereka yang memiliki ketulusan…
Jika ingin terbuka ‘tirai’
Pilihlah ‘Kematian’ dan sobekkan ‘tirai’
Bukanlah karena ‘Kematian’ itu kau akan masuk ke kuburan
Akan tetapi karena ‘Kematian’ adalah Perubahan
Untuk masuk ke dalam Cahaya…
Ketika manusia menjadi dewasa, matilah masa kecilnya
Ketika menjadi Rumi, lepaslah celupan Habsyi-nya
Ketika tanah menjadi emas, tak tersisa lagi tembikar
Ketika derita menjadi bahagia, tak tersisa lagi duri nestapa…

Menyatu Dalam Cinta
Berpisah dari Layla, Majnun jatuh sakit. Badan semakin lemah, sementara suhu badan semakin tinggi.
Para tabib menyarankan bedah, “Sebagian darah dia harus dikeluarkan, sehinggu suhu badan menurun.”
Majnun menolak, “Jangan, jangan melakukan bedah terhadap saya.”
Para tabib pun bingung, “Kamu takut? padahal selama ini kamu masuk-keluar hutan seorang diri. Tidak takut menjadi mangsa macan, tuyul atau binatang buas lainnya. Lalu kenapa takut sama pisau bedah?”
“Tidak, bukan pisau bedah itu yang kutakuti,” jawab Majnun.
“Lalu, apa yang kau takuti?”
“Jangan-jangan pisau bedah itu menyakiti Layla.”
“Menyakiti Layla? Mana bisa? Yangn dibedah badanmu.”
“Justru itu. Layla berada di dalam setiap bagian tubuhku. Mereka yang berjiwa cerah tak akan melihat perbedaan antara aku dan Layla.”

‘Mati’ sebelum Engkau Mati
Tafsiran Muutu Qabla anta Muutu : Rumi
(’Mati’ sebelum Engkau Mati)
Kau sudah banyak menderita
Tetapi kau masih terbalut tirai’
Karena kematian adalah pokok segala
Dan kau belum memenuhinya
Deritamu tak kan habis sebelum kau ‘Mati’
Kau tak kan meraih atap tanpa menyelesaikan anak tangga
Ketika dua dari seratus anak tangga hilang
Kau terlarang menginjak atap
Bila tali kehilangan satu elo dari seratus
Kau tak kan mampu memasukkan air sumur ke dalam timba
Hai Amir, kau tak kan dapat menghancurkan perahu
Sebelum kau letakan “mann” terakhir…
Perahu yang sudah hancur berpuing-puing
Akan menjadi matahari di Lazuardi
Karena kau belum ‘Mati’,
Maka deritamu berkepanjangan
Hai Lilin dari Tiraz, padamkan dirimu di waktu fajar
Ketahuilah mentari dunia akan tersembunyi
Sebelum gemintang bersembunyi
Arahkan tombakmu pada dirimu
Lalu ‘Hancurkan’lah dirimu
Karena mata jasadmu seperti kapas di telingamu…
Wahai mereka yang memiliki ketulusan…
Jika ingin terbuka ‘tirai’
Pilihlah ‘Kematian’ dan sobekkan ‘tirai’
Bukanlah karena ‘Kematian’ itu kau akan masuk ke kuburan
Akan tetapi karena ‘Kematian’ adalah Perubahan
Untuk masuk ke dalam Cahaya…
Ketika manusia menjadi dewasa, matilah masa kecilnya
Ketika menjadi Rumi, lepaslah celupan Habsyi-nya
Ketika tanah menjadi emas, tak tersisa lagi tembikar
Ketika derita menjadi bahagia, tak tersisa lagi duri nestapa…

Kembali Pada Tuhan
Jika engkau belum mempunyai ilmu, hanyalah prasangka,
maka milikilah prasangka yang baik tentang Tuhan.
Begitulah caranya!
Jika engkau hanya mampu merangkak,
maka merangkaklah kepadaNya!
Jika engkau belum mampu berdoa dengan khusyuk,
maka tetaplah persembahkan doamu
yang kering, munafik dan tanpa keyakinan;
kerana Tuhan, dengan rahmatNya
akan tetap menerima mata wang palsumu!
Jika engkau masih mempunyai
seratus keraguan mengenai Tuhan,
maka kurangilah menjadi sembilan puluh sembilan saja.
Begitulah caranya!
Wahai pejalan!
Biarpun telah seratus kali engkau ingkar janji,
ayuhlah datang, dan datanglah lagi!
Kerana Tuhan telah berfirman:
“Ketika engkau melambung ke angkasa
ataupun terpuruk ke dalam jurang,
ingatlah kepadaKu,
kerana Akulah jalan itu.”
Empat Lelaki Dan Penterjemah
Empat orang diberi sekeping wang.
Pertama adalah orang Persia, ia berkata, “Aku akan membeli anggur.”
Kedua adalah orang Arab, ia berkata, “Tidak, kerana aku ingin inab.”
Ketiga adalah orang Turki, ia berkata, “Aku tidak ingin inab, aku ingin uzum.”
Keempat adalah orang Yunani, ia berkata, “Aku ingin stafil.”
Kerana mereka tidak tahu erti nama-nama tersebut, mereka mulai bertengkar. Mereka memang sudah mendapat informasi, tetapi tanpa pengetahuan.
Orang bijak yang memperhatikan mereka berkata, “Aku tidak dapat memenuhi semua keinginan kalian, hanya dengan sekeping wang yang sama. Jika kalian jujur percayalah kepadaku, sekeping wang kalian akan menjadi empat; dan keempatnya akan menjadi satu.”
Mereka pun tahu bahawa sebenarnya keempatnya dalam bahasa masing-masing, menginginkan benda yang sama, buah anggur.

Tanpa Cinta, Segalanya Tak Bernilai
Jika engkau bukan seorang pencinta, maka jangan pandang hidupmu adalah hidup. Sebab tanpa Cinta, segala perbuatan tidak akan dihitung pada Hari Perhitungan nanti. Setiap waktu yang berlalu tanpa Cinta, akan menjelma menjadi wajah yang memalukan dihadapanNya.
Burung-burung Kesedaran telah turun dari langit dan terikat pada bumi sepanjang dua atau tiga hari. Mereka merupakan bintang-bintang di langit agama yang dikirim dari langit ke bumi. Demikian pentingnya Penyatuan dengan Allah dan betapa menderitanya Keterpisahan denganNya.
Wahai angin, buatlah tarian ranting-ranting dalam zikir hari yang kau gerakkan dari Persatuan. Lihatlah pepohonan ini ! Semuanya gembira bagaikan sekumpulan kebahagiaan. Tetapi wahai bunga ungu, mengapakah engkau larut dalam kepedihan ? Sang lili berbisik pada kuncup : “Matamu yang menguncup akan segera mekar. Sebab engkau telah merasakan bagaimana Nikmatnya Kebaikan.”
Di manapun, jalan untuk mencapai Kesucian Hati adalah melalui Kerendahan Hati. Hingga dia akan sampai pada jawaban “YA” dalam pertanyaan:“Bukankah Aku ini Rabbmu ?”

AKU ADALAH KEHIDUPAN KEKASIHKU
Apa yang dapat aku lakukan, wahai ummat Muslim?
Aku tidak mengetahui diriku sendiri.
Aku bukan Kristen, bukan Yahudi,
bukan Majusi, bukan Islam.
Bukan dari Timur, maupun Barat.
Bukan dari darat, maupun laut.
Bukan dari Sumber Alam,
bukan dari surga yang berputar,
Bukan dari bumi, air, udara, maupun api;
Bukan dari singgasana, penjara, eksistensi, maupun makhluk;
Bukan dari India, Cina, Bulgaria, Saqseen;
Bukan dari kerajaan Iraq, maupun Khurasan;
Bukan dari dunia kini atau akan datang:
surga atau neraka;
Bukan dari Adam, istrinya Adam,
taman Surgawi atau Firdaus;
Tempatku tidak bertempat,
jejakku tidak berjejak.
Baik raga maupun jiwaku: semuanya
adalah kehidupan Kekasihku

KEBENARAN
Nabi bersabda bahwa Kebenaran telah dinyatakan:
“Aku tidak tersembunyi, tinggi atau rendah
Tidak di bumi, langit atau singgasana.
Ini kepastian, wahai kekasih:
Aku tersembunyi di kaibu orang yang beriman.
Jika kau mencari aku, carilah di kalbu-kalbu ini.”

Syair Syair Iman Safi'i tentang ilmu

Ilmu yang paling mulia
Semua ilmu selain Al-Qur’an hanya hal yang menyibukkan
Kecuali ilmu hadits dan fiqih agama
Ilmu yang benar adalah yang terdapat kata “Haddatsana”
Selain itu hanyalah tipu daya syaitan


Belajar sebelum menjadi pemimpin
Belajarlah agama sebelum engkau diangkat menjadi pemimpin
Dan bila engkau telah diangkat menjadi pemimpin, maka engkau tidak sempat belajar


Ilmu dan Takwa
Seorang tergantung ilmu dan takwanya
Tabahlah…
Atas pedihnya kekerasan pengajar
Karena kekokohan ilmu itu berada dalam kesulitan
Barangsiapa tidak mencicipi pahitnya belajar
Dia akan menelan kehinaan bodoh selama hidup

Barangsiapa waktu mudanya tidak sempat belajar
Maka bacakan takbir 4 kali karena kematiannya

Demi Allah
Hidup seorang pemuda itu tergantung ilmu dan takwa
Bila keudanya tidak ada, keberadaanya tidak dianggap


Kelezatan Ilmu
Begadangku untuk menelaah ilmu
terasa lebih nikmat daripada bertemu penyanyi dan keharuman leher mereka

Sungguh, goresan penaku di atas kertas
lebih nikmat daripada bercinta bersama para pecinta

Tabuhan rebana para gadis, masih kalah nikmat
Dengan kenikmatan aku memukul bukuku untuk membersihkan debunya
Kegundahanku untuk memecahkan masalah dalam belajar
Jauh lebih nikmat daripada para pemabuk khamer


Ilmuku selalu bersamaku
Ilmuku senantiasa bersamaku
Dimanapun aku berada selalu memberi manfaat
Hatiku adalah tempatnya, bukan dalam lemariku
Bila aku berada di rumah, pasti ilmuku disana bersamaku
Ketika aku berada di pasar, diapun ada di pasar

Senandung pagi menari-nari
dengan embunnya mendinginkan tiap pori
melelapkan mimpi-mimpi tak bertepi

Senandung pagi bernyanyi
dengan sinarnya menghangatkan raga
menghidupkan kembali jiwa-jiwa penuh dosa

Matahari meninggi
siang pun datang
dan semua menghilang.

Keindahanku..,

Ohhh.., Keindahanku... Daku Tlah Jatuh cinta kepadamu
Kuikuti jalanMu.. Kutlah Larut dijalanMu...
Cintamu bgaikan laut, hatiku terlihat bagaikan ikan....
Jika Engkau memalingkan muka dariku..,
Jika daku tak melihat Engkau...
Jiwaku yang menyerupai ikan
akan mati...,
Tak mampu bertahan tanpa air.....

Hidup...,

Dalam hidup...,
melangkah dengan pertanyaan...
Dalam Langkah...,
melangkah membawa jawaban...
Hidup...,
Engkau menyimpan rahasia tanyamu begitu tersembunyi...
Namun Enkau pula yang akan membuka rahasia tanyamu...
Hidup..,
Engkau membuatku tertawa memandangmu....

Tips Membuat Lirik Lagu Bermutu

Apakah kalian tahu dengan metallica? Pasti anda mengetahuinya, metallica merupakan band metal yang terkenal di seluruh dunia. Apakah band anda ingin terkenal? Jawabannya pasti ya, karena siapa yang tidak mau menjadi terkenal dan memiliki banyak fans diseluruh dunia?

dalam artikel kali ini saya akan memberikan tips kepada anda yang memiliki band cafe dan band cafe anda ingin menjadi cepat berkembang. Saya memberikan tips ini berdasarkan hasil pengamatan saya kepada new band – band yang terkenal. Berikut ini adalah tipsnya
persatuan antara personil band, dengan hal ini menghindari bubarnya suatu band.
memilih manager yang dapat dipercaya dan tepat bagi band anda
buatlah lagu yang bagus dan sesuai dengan genre musik live band anda
memilih kostum live band yang unik atau berbeda dari yang lain
memiliki daya tarik kepada para fans untuk menikmati lagu band festival pada saat di panggung
ikuti berbagai kontes – kontes band festival, karena hal itu merupakan awal mula band menjadi terkenal.
terima, bila ada produser rekaman yang menawari rekaman untuk membuat album live band cafe.

Itu merupakan tips dari saya, semoga bermanfaat. Bagi anda ingin menambahkan dan memiliki tips sendiri untuk membuat new band cepat berkembang dan terkenal

Dukung kampanye stop dreaming start action sekarang

cinta yang tak pasti

mungkin aku terlalu bodoh untuk mengerti
mungkin aku tak sengaja jg mnykiti
andai aku tau isi hatimu
andai kesempatan itu datang lagi padaku
sekarang mustahil bagiku
bahkan menyentuh bayangmu, aku tak mampu
sekarang aku terpuruk dalam jurang sesalku
dan cinta ni jadi sesak dalam dadaku
aku tau cinta ini sudah tak laku
tapi biarkan cinta ini aku miliki
biarkan cinta ni menjadi bebanku
aku tak peduli
meski menghambat jalanku
aku tau mencintaimu adalah tak pasti