Sabtu, 23 Januari 2010

Sebuah Nama Terindah Di Facebook

Indahnya langit pagi ini terasa hambar,
tak kutemukan lagi orkestra indah yang kubangga.
Bukan karena rasaku yang memudar,
tapi karena kusadari ada yang hilang dan itu berharga.
Aku tidak mengerti akan yang kurasa kini.
Seakan ada nada cinta yang terhenti.
Hanya ada kesunyian hari yang menemani.
Menyiksa segenap jiwa, mendera relung hati.
Kucoba kumpulkan kata-kata yang sempat bermakna,
berharap temukan kembali suatu irama.
Tapi semua asaku seakan sirna,
karena nada kita tak lagi sama.
Nama indahmu selalu kujadikan inspirasi.
Bayang wajahmu adalah peneman hari.
Namun kini kau datangkan karakter ilusi,
dan sejujurnya aku menangisinya dalam sanubari.
Aku tahu diri ini tak layak untuk protes,
seperti ketidakpantasan air matamu ‘tuk menetes.
Tapi izinkanlah coretan pena ini menyatakan isi kalbu,
agar kau mengerti bahwa kurindu dirimu yang dulu.
Andai waktu dapat kuulang kembali…
Tentu saja tak perlu kutuliskan semua ini…

Tidak ada komentar: